Minyak Goreng  Buat Anggota Koperasi TUNAS  di Serang Yang Lakukan Pembayaran Tepat Waktu 3 X Berturut

Minyak Goreng  Buat Anggota Koperasi TUNAS  di Serang Yang Lakukan Pembayaran Tepat Waktu 3 X Berturut

LorongNews.com | Serang – Koperasi Tunas Insan Madani (Koperasi Tunas) wujudkan nyata peduli terhadap anggotanya  di Kabupaten Serang, Provinsi Banten pada 17 November 2022 melakukan  pembagian minyak goreng kepada anggota Koperasi Tunas Insan Madani yang telah melakukan 3 kali  periode pinjaman modal usaha berturut-turut dengan pembayaran tepat waktu.

Deddy Kusnadi selaku Ketua Koperasi TUNAS mengatakan Koperasi Tunas memberikan minyak goreng kepada seluruh anggota koperasi di Serang yang berjumlah hampir 3.000.

“Kami berikan minyak goreng per anggota satu liter. Mudah mudahan kedepan lagi kita lihat anggota anggotannya yang menurut kami bisa pemberian modal usaha. Yang mana modal usaha ini menjadi berkembang untuk dagang. Dan mudah mudahan 3 bulan lagi kami terus menambah anggota koperasi tunas untuk pemberian seperti beras, gula dan kopi. Kami berikan itu cuma cuma tanpa adanya pungutan. Mudah mudahan bermanfaat buat anggota koperasi tunas,” jelas Deddy usai pemberian minyak goreng didampingi Ibu Ida salah satu anggota Koperasi Tunas Desa Jaga Rayu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Kamis (17 November 2022).

Dedy menjelaskan paket modal usaha untuk bulan Nopember ini  Koperasi Tunas  ada paket modal usaha macam macam, dari modal usaha 500.000 sampai 3 juta maksimum diberikan dulu untuk sementara waktu modal usahanya.

“Mereka itu kami berikan modal usaha, dan  modal usaha itu mereka bisa memberikan secara angsuran harian, tapi enggak besar itu angsurannya itu ada dari 35.000, ada juga 19.000 per hari,” ujarnya.

Deddy Kusnadi,Ketua Koperasi TUNAS

Harapannya dengan pemberian moda ini,  kami  koperasi tunas membantu untuk modal usaha atau ultra mikro yang mana ultra mikro ini tidak ditentukan oleh bank bank, kami sebagai koperasi tunas sangat fokus dan benar benar sangat membantu pemberian modal usaha ini. Alhamdulillah sekarang kami sudah hampir sekitar jumlahnya hampir 3 ribuan untuk anggota kami yang telah diberikan modal usaha UMKM Ultra Mikro. Dan kedepannya khusus Kota Serang, Banten, Koperasi Tunas punya anggota ditargetkan 25.000 sampai 30.000. Setelah itu muncul, kami  kedepannya akan  menjadi market place, dimana koperasi ini bisa berbentuk gitalisasi. Tapi UMKM ultra mikro ini adalah ujung tombak kami untuk sampai ke bisnis marketplace,” papar Ketua Koperasi TUNAS,” Deddy Kusnadi.

Terkait penerimaan masyarakat atas kehadiran Koperasi TUNAS, Deddy mengaku sambutan masyarakat sampai saat ini cukup cukup antusias sih, maka kami bertambah anggota baru setiap hari. Setiap hari itu ada bertambah anggota itu hampir sekitar 30 sampai 50 anggota baru. Jadi sebulan itu bisa penambahan anggota kita minimum sampai 300 sampai 500 orang penambahan anggota baru.

“Dan kami fokus di Serang dulu, berharap target kami adalah di tiap 5 cabang di Serang. Setelah itu kami akan ada di Surabaya, ada juga di Bogor dan sekitar Bandung nanti ke depannya,’ ungkapnya.

“Dengan pemberian ini kepada anggota sebagai tanda bukti kami bahwa Koperasi Tunas sangat sangat peduli sekali dengan masyarakat, apalagi yang pembisnis bisnis kayak ibu ini adalah bisnis  sayur. Nah itu perlu modal untuk mereka. Ini yang mereka cukup sangat menarik dari Koperasi Tunas,”  tambah Deddy.

Sementara Ibu Ida mengakui koperasi Tunas sangat membantu, karena  menambah modal usahanya.  “Alhamdulillah  bisa menambah modal usaha kita gitu. Harapan koperasi tunas terus lancar sehingga bisa menambah modal usaha buat ke depan,” ungkapnya

Ketua Koperasi Tunas Deddy  pun berharap masyarakat bisa paham tentang koperasi ini seperti apa riil yang sebenarnya. Jadi dari anggota untuk anggota. Itu adalah suatu utama yang harus kita clearkan di masyarakat bahwa untuk berkoperasi itu tidak ada ruginya, azasnya kita gotong royong untuk semuanya.

Koperasi Tunas, lanjut Deddy juga kedepannya lagi melihat untuk anggota anggota yang mana yang benar benar sudah sebagai anggota kami dan mereka sudah bekerja sama pemberian modal usaha cukup lama, nanti kami akan lihat, review selesai orang ini kami pilih nanti anggota mana yang patut kami berikan untuk anak anaknya beasiswa untuk sekolah. Selanjutnya kita lihat program apa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya anggota koperasi tunas.

Koperasi Tunas Terapkan Gitalisasi

Deddy menyebut Koperasi Tunas telah terapkan teknologi. “Untuk teknologi  kami sekarang memang sudah membuat apa Play Store untuk market place,’ ucapnya.

“Tapi pelan pelan nanti ke depannya itu marketplace itu bisa juga berbentuk ppob  dari kami, jadi masyarakat ini juga bisa beli pulsa di sana, mereka bisa lakukan pembayar angsuran motor dan lainnya,” terangnya.

Kepala Devisi IT Koperasi TUNAS, Adhi Birowo menambahkan, ingin memajukan Koperasi Tunas dengan sistem IT, yang mana nantinya antar cabang itu akan terkoneksi. Sehingga memudahkan proses proses yang ada, yang tadinya manual.

“Saya membuat sistem sehingga lebih efektif dalam pengembangan perusahaan koperasi. Dan juga mungkin. Dengan adanya sistem yang ada, nanti akan membuat berkembangnya beberapa cabang cabang tunas yang lainnya,” terangnya.

Menurutnya kelebihan IT pastinya kita lebih efisien,  memangkas waktu yang tadinya kita manual kita ketik satu persatu kita menggunakan sistem itu nantinya semuanya akan terkoneksi  dan akhirnya kita langsung bisa lihat hasil atau result nya dari sebuah sistem.

“Dari sistem IT Koperasi Tunas sampai sekarang udah maksimal, kita lagi masih perkembangan tapi kita udah hampir sekitar 70%,” ungkapnya.

Sedangkan Tugianto selaku Kepala Divisi Pinjaman menjelaskan Program Koperasi Tunas pertama memang kita buka pilot proyek di Serang, Banten. Proses ini udah 3 bulan 4 bulan ini sangat dibutuhkan masyarakat dan saling menguntungkan bagi sebagian masyarakat dan bagi Koperasi Tunas. Ini sangat luar biasa dan banyak, karena sampai saat ini pengajuan pinjaman ibu ibu sangat meningkat pesat, sehingga kita berusaha untuk melayani sebaik mungkin kepada masyarakat dan ibu ini, sehingga kita dapat pelayanan modal dengan jasa yang ringan. Kerja sama yang jasa yang ringan dan mengurangi pinjaman pinjaman legal, yaitu harian, ini sangat memberatkan di masyarakat.

“Maka itu penanggulangan adalah kita membantu masyarakat Indonesia untuk membangun usaha mikro bersama sama saling menguntungkan dan saling support saling membantu tanpa harus memerlukan dokumen yang lengkap. Mungkin ibu berikut juga sangat membantu suaminya. Rata rata suaminya itu serabutan pekerjaannya. Dan dia itu membantu  istrinya untuk anak sekolah untuk ekonomi dan mengembangkan ekonomi rumah tangga di desa, ini yang paling utama yang saya support dan saya fokuskan. Khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Targetnya market khususnya ibu rumah tangga yang ingin berusaha atau mulai usaha. Untuk membangun ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Tujuan kita, sambungnya,  akan mengembangkan diseluruh Indonesia. Jika memang sudah ada persiapan yang matang. Mungkin itu untuk SOP dan kelengkapan kali saya sampaikan kepada tim kami. Dan tim kami sudah kami training sehingga bisa terimplementasikan di masyarakat untuk menerapkan pembiayaan ini dengan baik dan transparan.

Menurutnya sampai saat ini kendala belum ada,  belum ada masalah. Mungkin sambil berjalan nanti apa kendalanya bisa kita pelajari lebih lanjut.

Untuk sambutan masyarakat atas, kata Sugianto kehadiran koperasi dinilai luar biasa, karena selama ini masyarakat dibawah kemiskinan atau dibawa kesejahteraan  desa desa itu. Dapat pinjaman hanya dapat pinjaman dari bank harian. Ini yang kasihan, dia kadang pinjam tanpa melihat apa kebutuhan asal uang  diberikan ditinggal begitu saja. Ini yang memberatkan harus pakai dan harus punya bunga membayar bunga mahal  jika terlambat. Dan itu yang merasa saya  membantu masyarakat untuk mengurangi beban masyarakat tentang pinjaman. Karena pelayanan dari pemerintah belum sampai ke masyarakat seutuhnya, sehingga perlu butuh kita.

Ditanya kelebihan dari Koperasi Tunas, Sugianto mengatakam satu kelebihannya adalah kita bekerja sama dengan bagi hasil. Kedua kita tidak memaksakan pinjaman kepada masyarakat, semua perusahaan sukarela dan atas kemauan sendiri. Pelayanannya pun tidak ada jaminan apa apa. Hanya dengan ikatan emosional. Menjalin kekeluargaan, menjalin persaudaraan antara suami dan calon anggota anggota kita atau ibu masyarakat yang sudah mengajukan pinjaman ke kita Hubungan baik itu yang nomor satu yang kami dukung, sehingga masyarakat sangat menerima.

“Kami sebagai Koperasi Tunas mengharadap kepada seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya ibu ibu mari mendekat dengan kita, jika anda ingin usaha atau mulai usaha jadi yang mikro kecil UMKM, mari maju bersama dengan koperasi tunas”, sebut Tugianto.

Sementara itu Area Manager Vesty Wulandary mengatakan saat ini  koperasi Tunas di Serang berencana buka 5 cabang, pertama Serang 1, Cipocok, Ciruas, Kasemen sama Taktakan kita ambil wilayah yang masih hijau hijau saja. Alhamdulillah  pelayanan kita disini dari pra sejahtera sampai ke sejahtera kita merata.Terus sasaran kita yaitu ibu yang mau usaha, masyarakat yang membutuhkan modal untuk usaha. Semua responnya sangat baik, sangat dihargai masyarakat. Dan sampai saat ini koleksi kita masih 100%  diserang satu.

“Saya tanya ke anggota kelebihan dari Koperasi Tunas apa sih? pada saat kita pernah kita kunjungan ke anggota (nasabah), saya minta masukan  supaya kita bisa nanti berubah dari introfeksi diri. Katanya, pelayanan sih enak, ramah terus bunganya juga kecil pelayanannya cepet terus enggak ribet. Sementara prosesnya di tempat lain bisa satu minggu, kalau kita 2 hari 3 hari sudah bisa kita cairkan. Kelebihan lainnya kita di tanggal merah libur, biasanya kalau operasi di tempat lain, itu tanggal merah  tetap masuk tapi diganti hari. Kalau kita tanggal merah atau libur nasional kita benar benar libur,  jadi kita kasih nafas lah ke anggota kita.Jadi anggota sehat juga juga sehat”” ungkap Vesty.

Ia juga berharap mudah mudahan nanti kita buka 5 cabang tembus (lancar) supaya kita bisa ikut membantu mengurangi kemiskinan. Sebab katanya ada resesi 2003, ya kita gimana caranya supaya anggota bisa usaha dari kemudian modal dari kita.

“Kalau yang sudah dicapai saat ini. Selain kita silaturahmi ke anggota untuk ikut koperasi tunas. Alhamdulillah semua tidak ada yang nolak,. Jadi langsung kita jalankan langsung kita cairkan langsung kita bantu untuk pemodal”, katanya.

Vesty memgutarakan semuanya sangat baik di masyarakat, sistem kita juga enggak bunga, kita itu bagi hasil sistem nya pak. Jadi benar benar kita kekeluargaan.

Lebih lanjut diterangkannya target selama 4 bulan jalan semua, terakhir kemarin satu bulan itu pencapaian sampai hampir 200 anggota satu bulan dari 4 sampai 8 juta. Doakan saja nanti bulan ke 5 nanti kita sampai lagi, sehingga ke pasaran bisa meluas, tunas bisa mencakup seluruh Banten.Mudah mudahan semua berjalan lancar, jadi kita benar benar bisa meluas koperasi tunas bisa makin besar  bisa kuat.

“Koperasi Tunas betul betul dari hati kehati Jadi kita ada kayak semacam timbal balik dengan anggota, kita butuh anggota, anggota juga butuh kita sama sama responnya sangat sangat baik,’ terang Vesty.

“Ayo masyarakat ikut ke koperasi tunas, insyaallah kita sama sama. Sama sama senang kita, ibu mendapatkan modal sama sama maju,” tandas Area Manager,Vesty Wulandary.

Ingatkan Anggota Jangan Salah Pilih

Ketua Koperasi TUNAS, Deddy kusnadi kepada anggotanya menekankan agar pemberian modal usaha ini benar benar dijaga sesuai dengan SOP kita jangan jangan salah pilih, karena ke depan ini akan banyak lagi  pemberian modal usaha lagi resesi muncul. Jadi teman teman  jangan asal pilih, pilihlah teman teman ada win win solution dengan koperasi tunas.

“Mudah mudahan dengan program sembako pemberian koperasi tunas kepada anggota kita itu bermanfaat buat mereka. Program yang saya sampaikan tadi, program beasiswa untuk anggota koperasi tunas yang 12 bulan, mereka sudah pemberian  modal 12 bulan,  lihat anak mereka nanti kita berikan beasiswa dari koperasi sekolah anaknya pasti pemberian uang cash. Supaya mereka tahu bukan hanya sudut pandang bisnis selama ini, tapi ada koperasi tunas secara sosial,” pungkasnya.

(Nargo)

Please follow and like us:

90 Komentar


  1. As I am looking at your writing, totosite I regret being unable to do outdoor activities due to Corona 19, and I miss my old daily life. If you also miss the daily life of those days, would you please visit my site once? My site is a site where I post about photos and daily life when I was free.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.